Sel-sel imun, atau sel darah putih, merupakan bagian penting dalam sistem imun tubuh. Berperan sebagai garda terdepan melindungi tubuh dari serangan infeksi, penyakit, dan benda asing.
Mekanisme perlindungan dilakukan dengan mengenali dan menetralkan patogen berbahaya, menghasilkan antibodi, dan menyeimbangkan respon imun untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. Tubuh dengan sistem imun yang kuat dan tangguh akan mampu melawan beragam penyakit secara efektif.
Sel NK, atau Natural Killer cells, sesuai dengan namanya –– adalah jenis sel darah putih yang dikenal karena mampu dengan cepat dan efektif “membunuh” sel-sel yang bermutasi, bersifat kanker, dan sel menua (senescent cells*). Berbeda dari sel imun lainnya, sel NK tidak perlu mengenali antigen tertentu untuk dapat mendeteksi dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi ataupun abnormal. Sel ini yang paling pertama memberikan respon ketika terdeteksi ada infeksi, inflamasi, ataupun pertumbuhan tumor. Melalui aktivasi reseptor pengaktif dan penghambat yang berada di permukaannya, sel NK menuju ke lokasi untuk “membunuh” sel penyerang ini. Dengan kemampuan unik ini, terapi NK sel sering digunakan untuk terapi keganasan (malignansi) seperti kanker.
*Senescent cells/ sel menua adalah sel-sel yang telah kehilangan kemampuan untuk membelah diri, namun tidak mati sebagaimana seharusnya pada proses alami tubuh.
Sistem imun tubuh kita terdiri dari dua komponen utama, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Pada sistem imun bawaan terdapat sel-sel imun seperti sel NK (Natural Killer), granulosit, dan sel dendritik. Ketika tubuh mendeteksi ancaman seperti infeksi atau benda asing, sel NK akan berkembang biak dengan cepat untuk membantu mengeliminasi sumber infeksi tersebut. Sel NK berperan sebagai “garda pertahanan pertama” melawan patogen sebelum sel-sel imun adaptif seperti limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B) diaktifkan untuk melanjutkan perlawanan terhadap infeksi yang tersisa.
Grafik ini menampilkan hasil studi selama 11 tahun yang mempelajari hubungan antara aktivitas cytotoxic sel NK dengan risiko terjadinya kanker. Seseorang dengan aktivitas sel NK rendah (berwarna kuning) tercatat memiliki risiko kanker yang lebih tinggi dibandingkan mereka dengan aktivitas sel NK sedang atau tinggi (warna merah dan biru). Temuan ini menggambarkan aktivitas sel NK yang tinggi bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker, sehingga terapi sel NK bisa menjadi terobosan yang menjanjikan untuk membantu meningkatkan efektivitas terapi kanker.
CryoCord tidak hanya menyediakan layanan penyimpanan sel punca dari tali pusat — kami juga berperan aktif dalam penelitian sel imun terkini di bidang onkologi. Berbagai studi menunjukkan adanya keterkaitan antara jumlah sel NK yang sehat dengan menurunnya risiko perkembangan kanker. Nantikan kabar terbaru seputar imunologi dan penyimpanan sel imun.
Kami tidak ingin istilah ilmiah menghalangi Anda untuk memahami berbagai manfaat kesehatan dan perlindungan bagi Anda & keluarga dengan teknologi berbasis sel dan gen yang luar biasa. Kirimkan pertanyaan Anda dan kami siap menjawab.